Hm..
Melihat cermin jadi ada yang terlintas di pikiranku. Ditambah lagi, aku baru aja baca pernyataan seseorang di blog, ‘seperti apa diriku, hanya orang lain yang tahu’. Setuju ga?
Banyak orang yang terjebak pada pertanyaan klasik, ‘Siapakah diriku? Seperti apakah aku? Bagaimana sifatku yang sebenarnya?’ Atau yang lebih sederhana, ‘Aku itu orangnya gimana sih?’ Sulitkah menjawab pertanyaan itu? Sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun memang terkadang kita terlalu sibuk menilai hal yang ada jauh dari mata kita. Kita butuh bantuan untuk menilai diri kita sendiri. Awalnya terdengar agak aneh. Masa sama diri sendiri aja ga kenal? Itulah salah satu fungsi dari bersosialisasi. Kita membutuhkan orang lain, bahkan untuk mengenal diri kita sendiri.
Waktu liat2 kamar, tiba2 liat cermin. Ya..orang-orang yang kita kenal dan orang-orang yang mengenal kita dapat diibaratkan cermin. Merekalah yang dapat membantu kita dalam mengenal apa dan bagaimana diri kita yang selama ini tidak dapat kita lihat, entah karena alasan apa (hanya kita yang tahu
. Namun jangan lupa juga bahwa satu cermin hanya dapat memperlihatkan satu sisi dari diri kita saja. Jadi, jangan berharap pada satu orang saja dalam meminta pendapat atau penilaian mengenai diri kamu. Sehebat apapun orang itu dalam menilai dirimu, sedekat apapun orang itu denganmu, dia punya kelemahan termasuk dalam menilai dirimu (so, bersikaplah bijaksana kalo udah punya pasangan hidup ya..jangan gampang marah-marah kalo kadang kamu ngerasa dia ga bisa ngertiin kamu. Inget juga saat dia bisa sangat ngertiin kamu..
Satu cermin dapat membantumu melihat dagu yang ga pernah bisa kamu lihat, atau kening yang meski dekat tapi jauh (nah lho..). Tapi saat cermin itu membantumu melihat keningmu, dia ga bisa membantu melihat punggungmu. Makin banyak cermin yang kamu punya, makin banyak bagian diri kamu yang bisa kamu lihat dan makin banyak penilaian yang bisa kamu dapat. Jangan lupa gunakan penilaian itu untuk membuat dirimu jadi lebih baik lagi dari hari ke hari lho. Apa gunanya kamu tahu banyak hal kalo kamu ga bisa memanfaatkannya untuk sesuatu yang berguna?
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo koleksi cermin sebanyak-banyaknya.
^-^

wew..
mau beli cermin yang banyak ndak..
nanti di pasang di kamar ya..
Skalian ja tembok kamarnya dari cermin semua..
pasti mantep tu..
waduh..
repot juga banyak2 cermin ‘betulan’
bisa jadi narsis dadakan..he..
wah..
bagus itu..
ndak da posting lanjutannya ni..
“protes”
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Ada sebuah syair yang berbunyi,
إن كان بيتك من الزجاجة فلا ترم بيوت الناس بالهجارة
“Bila rumahmu terbuat dari cermin/kaca maka jangan lempari rumah orang lain dengan batu ”
Wallahu a’lam silahkan ditafsirkan sendiri. Dari cermin kita bisa melihat bentuk wajah kita dan bentuk tubuh kita. Tidak ada yang sempurna di dunia makanya sangat naif jika kita selalu mencela orang lain padahal mungkin saja celaan itu lebih pantas ditujukan untuk diri kita.
Namun berusaha untuk menjadi dan mencari yang terbaik dan mencari yang paling benar, itu sangat disarankan.
Saudaramu di Bekasi Timur
Ummu Harun As Salafiyyah
wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh..
Iya..
Tidak seharusnya kita mencela orang lain padahal kita tidak lebih baik daripada orang itu. Oleh karena itu saya mengibaratkan seorang sahabat sebagai cermin, yang akan memberi nasehat kepada kita mengenai kekurangan kita yang perlu diperbaiki. Semakin banyak sahabat, semakin banyak masukan yang kita dapatkan dari berbagai sudut pandang. Tidak lupa menasehati orang lain, dengan cara yang baik, untuk bersama-sama menjadi orang yang lebih baik lagi. Persahabatan itu indah..^^
mana ni lanjutannya..
sepi amat,,